Mendikdasmen mengaku optimis menatap masa depan generasi emas 2045 saat melihat para Duta BSS 2026. “Kalian semua meyakinkan saya bahwa generasi emas 2045 akan menjadi kenyataan. Indonesia ke depan adalah Indonesia yang maju, hebat, dan bermartabat,” tekannya.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menyebut pengukuhan bukan garis akhir, melainkan awal pengabdian. "Sebagai Duta Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, tugas baru kalian telah menanti di daerah asal."
Ia meminta para duta menjalankan tiga amanah, yakni menjadi teladan bagi teman sebaya, membangun ekosistem informasi yang sehat dengan menyebarkan konten edukatif sekaligus menangkal hoaks dan ujaran kebencian, serta menjadi pelopor sekolah yang aman dari perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, dan kekerasan digital. "BSS adalah agen perubahan. Wujudkan sekolah aman dan nyaman di seluruh Indonesia," tegasnya.
Pada kesempatan ini, Gogot Suharwoto juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat SMP, tim juri, narasumber, guru pendamping, dan orang tua yang telah mendampingi tumbuhnya talenta-talenta muda tersebut.
Perwakilan duta, Andrew Arsya Mandala, murid SMPN 2 Padang, Sumatra Barat yang meraih Juara I BSS 2026, mengaku sangat bersyukur atas kemenangannya. Ia mengaku capaiannya saat ini tidak didapat dengan mudah, melainkan atas hasil usahanya berkali-kali mengikuti berbagai perlombaan untuk mengasah kemampuannya.