Andri mendorong warga untuk terus memantau informasi cuaca resmi agar terhindar dari risiko bencana. Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting guna menghadapi potensi bahaya sebelum puncak musim hujan berakhir.
"Dan ini akan terus berlangsung hingga bulan Februari, berangsur-angsur hingga bulan Maret. Jadi kesiapsiagaan, kewaspadaan harus tetap dijaga, dan terus memantau informasi dari BMKG hingga nanti berakhirnya puncak musim hujan," ucap Andri.
Andri menyarankan masyarakat menggunakan aplikasi resmi milik pemerintah untuk melihat pergerakan awan secara aktual. Fitur radar cuaca dalam aplikasi tersebut menyediakan data akurat yang tidak dimiliki penyedia global.
Advertisement
"Di informasi BMKG itu di aplikasi ada fitur radar, dan ini adalah eksklusif untuk masyarakat Indonesia, karena provider cuaca global tidak memiliki data itu. Jadi di situ dapat dilihat perkembangan cuaca real time dari menit ke menit, sehingga ini langkah sederhana bagi masyarakat untuk mengantisipasi," kata Andri.
Sebelumnya, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendorong penambahan peralatan teknologi untuk memperkuat sistem mitigasi bencana nasional. Lasarus menilai pemenuhan kebutuhan radar cuaca sangat mendesak demi meminimalkan jumlah korban jiwa akibat bencana.