CARAPANDANG.COM- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau warga untuk mewaspadai letusan sekunder Gunung Semeru saat hujan deras mengguyur lereng Gunung Semeru pada Minggu sore.
"Letusan sekunder terjadi di sepanjang Kali Wedok Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kobokan, sedangkan yang di hilir tidak berdampak pada aktivitas warga," kata Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho saat dikonfirmasi per telepon di kabupaten setempat, Minggu.
Letusan sekunder merupakan semburan asap putih tebal yang terjadi saat air hujan bertemu material vulkanik panas sisa erupsi yang berada di sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan, sehingga menyebabkan jarak pandang terbatas.
Menurutnya, letusan sekunder di selatan pos pantau mengarah ke timur Jembatan Gladak Perak, sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi letusan sekunder saat terjadi banjir lahar dingin Gunung Semeru.
Letusan sekunder biasanya terjadi di luar pusat aktivitas gunung api yakni aliran Sungai Kobokan yang kini menampung tumpukan material awan panas yang suhunya sedang tinggi.
Berdasarkan catatan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, getaran banjir lahar terekam di seismograf sebanyak satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 35 milimeter dan lama gempa 6120 detik.