Beranda Ekonomi BPS Buka Suara soal Polemik Desil Data Kesejahteraan

BPS Buka Suara soal Polemik Desil Data Kesejahteraan

Menanggapi kasus Timbul (49), tukang becak asal Kulon Progo yang desilnya berubah dari 1 menjadi 9, BPS mengklaim telah melakukan verifikasi lapangan.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti angkat bicara terkait polemik perubahan klasifikasi desil kesejahteraan masyarakat yang ramai dikeluhkan, termasuk kasus viral tukang becak di Kulon Progo yang mendadak masuk desil 9.

Amalia menegaskan bahwa data tersebut tidak valid, melainkan bersifat dinamis dan memerlukan pemutakhiran berkala.

"Semua data itu dinamis, sehingga masyarakat dan pemerintah perlu berkolaborasi bersama untuk melakukan pemutakhiran," ujar Amalia di Jakarta, Jumat (28/8/2026) . Ia menjelaskan bahwa kunci agar data sesuai dengan fakta terkini adalah proses pemutakhiran yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Menanggapi kasus Timbul (49), tukang becak asal Kulon Progo yang desilnya berubah dari 1 menjadi 9, BPS mengklaim telah melakukan verifikasi lapangan.

Hasilnya, setelah data terbaru dimasukkan ke dalam kanal pemutakhiran, status desil Timbul kini disesuaikan menjadi desil 3.

Amalia menyebut perubahan itu terjadi karena yang bersangkutan belum memperbarui datanya.

Polemik ini memicu kritik dari berbagai pihak. Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendesak BPS melakukan validasi ulang DTSEN, mengingat tingkat kesalahan data disebut masih mencapai 68 persen.

Ketua Banggar Said Abdullah menyatakan kekeliruan data berpotensi menghilangkan kesempatan masyarakat miskin mendapatkan keadilan ekonomi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here