Oleh karena itu, sambung Rike, pengembangan elektrolit padat untuk superkapasitor fleksibel menjadi menarik dan menantang untuk mendukung perkembangan device elektronik masa depan.
Pada pengembangan elektrolit padat, nanosilika berperan penting dalam memperbaiki kontak elektrolit dan elektroda, sekaligus menambah disosiasi molekul di dalam sistem elektrolit dan transfer ion, karena nanosilika mengandung gugus silanol (–Si–OH).
Tantangan elektrolit padat pada superkapasitor fleksibel, tidak hanya pada elektrolit padatnya sendiri, tapi juga pada antarmuka elektrolit dan elektroda. “Hal ini cukup menarik untuk dieksplor. Saat ini kami sudah dapat menjaga stabilitas elektrokimianya saat sistem ini bekerja,” ungkapnya.
Pengembangan elektrolit padat ini bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia dan perguruan tinggi di Jepang. Selain mengembangkan elektrolit padat, PRE BRIN juga merancang strategi perakitan perangkat agar performanya tetap baik meskipun digunakan dalam kondisi fleksibel.
“Pendekatan ini berpotensi mendukung pengembangan teknologi penyimpanan energi masa depan, terutama untuk perangkat elektronik fleksibel dan wearable,” pungkas Rike. dilansir brin.go.id