CARAPANDANG.COM- Pemerintah China mendukung Dewan Keamanan (DK) PBB mengadakan sidang darurat untuk membahas penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat (AS).
"China mendukung Dewan Keamanan PBB dalam mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan militer AS terhadap Venezuela dan mendukung Dewan dalam memainkan peran sesuai dengan mandatnya," Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (5/1).
DK PBB mengadakan sidang darurat pada Senin (5/1). Sebelumnya Sekjen PBB António Guterres mengatakan harus ada penghormatan terhadap kedaulatan nasional, "kemerdekaan politik dan integritas teritorial" setelah memperingatkan pada Sabtu (3/1) bahwa AS telah menetapkan "preseden berbahaya" bagi tatanan dunia.
Namun dalam sidang darurat tersebut, Duta Besar AS untuk PBB Michael G. Waltz mengatakan AS melakukan "operasi penegakan hukum yang tepat sasaran" untuk menangkap dua buronan narko-teroris yaitu Nicolás Maduro dan Celia Flores.
Waltz juga menekankan bahwa "tidak ada perang melawan Venezuela atau rakyatnya". Ia membandingkan tindakan tersebut dengan penangkapan pemimpin militer Panama Manuel Noriega pada pada 1989 serta menggambarkan Maduro sebagai buronan dan pemimpin "organisasi teroris asing yang kejam", menuduh adanya hubungan dengan jaringan perdagangan narkoba yang menggunakan "narkotika ilegal sebagai senjata".