Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap AS.
Operasi militer tersebut dinamakan Operasi Absolute Resolve, dilakukan secara diam-diam, tepat sasaran, dan dilaksanakan pada saat-saat paling gelap menurut Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine.
Trump juga berjanji bahwa AS akan "mengelola" Venezuela sampai transisi yang aman terjamin, dan memperbaiki infrastruktur minyaknya yang "rusak". Ia juga menyebut dapat mengerahkan pasukan jika diperlukan.
Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut, sementara pemerintah Venezuela menyerukan pembebasan segera presiden dan istrinya. Caracas menilai operasi militer AS itu sebagai pelanggaran mutlak terhadap kedaulatan Venezuela dan menyatakan keadaan darurat nasional.
Mahkamah Agung Venezuela kemudian memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara.
Rodriguez menegaskan bahwa Venezuela siap mempertahankan sumber daya alam dan tim pertahanan negara tetap berkomitmen pada kebijakan Maduro. Rodriguez juga menuntut pemulangan kembali Maduro dan Flores.