CARAPANDANG - Para ilmuwan China telah berhasil mengkloning enam kambing perah penghasil susu super tinggi di Provinsi Shaanxi, China, menandai keberhasilan kloning massal pertama di negara itu untuk hewan-hewan tersebut dan terobosan besar dalam teknologi pembiakan kambing perah.
Proyek kloning ini dipimpin oleh tim peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Pertanian dan Kehutanan Barat Laut China (Northwest A&F University/NWAFU).
Kambing-kambing hasil kloning tersebut, yakni empat jantan dan dua betina, dibiakkan dari kambing Saanen unggulan penghasil susu tinggi dengan rata-rata hasil susu tahunan melebihi 2.800 kilogram, kata Wang Xiaolong, kepala tim peneliti, kepada Xinhua pada Kamis (14/5).
Kambing donor itu juga menunjukkan kadar lemak dan protein susu yang jauh lebih baik daripada kambing biasa, sekaligus memiliki performa reproduksi yang stabil, kemampuan adaptasi lingkungan yang kuat, dan ketahanan yang baik terhadap penyakit.
Dengan memanfaatkan sistem pemuliaan molekuler canggih yang mengintegrasikan seleksi genomik dan kloning sel somatik, tim tersebut secara presisi mengisolasi sel somatik berkualitas tinggi dan mengoptimalkan seluruh proses, mulai dari pembentukan lini sel dan rekonstruksi embrio hingga transfer embrio dan pemantauan kehamilan, yang pada akhirnya mencapai kloning massal yang sukses.