Beranda Kesehatan Dampak Perang: "Hujan Hitam" Beracun, Pencemaran Air, dan Emisi Karbon Masif

Dampak Perang: "Hujan Hitam" Beracun, Pencemaran Air, dan Emisi Karbon Masif

Serangan terhadap infrastruktur minyak dan militer tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan "warisan racun" yang mengancam kesehatan masyarakat dan ekosistem dalam jangka panjang.

0
Asap mengepul menjadi wabah beracun yang berbahaya (Majid Saeedi/Getty Images)

CARAPANDANG - Memasuki pekan ketiga konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, para ahli dan lembaga internasional memperingatkan dampak lingkungan yang semakin meluas dan mengkhawatirkan. Serangan terhadap infrastruktur minyak dan militer tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan "warisan racun" yang mengancam kesehatan masyarakat dan ekosistem dalam jangka panjang.

Serangan Israel terhadap empat fasilitas penyimpanan minyak dan pusat transfer produk minyak di Iran pada 7 Maret 2026 lalu memicu kebakaran besar yang menghasilkan kepulan asap hitam pekat. Keesokan harinya, wilayah Teheran diguyur "hujan hitam" (black rain) yang mengandung partikel minyak dan bahan kimia beracun .

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Christian Lindmeier, dalam konferensi pers di Jenewa, Senin (16/3/2026), menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan bahaya serius bagi penduduk.

"Hujan hitam dan hujan asam yang menyertainya benar-benar berbahaya bagi populasi, terutama untuk pernapasan," ujarnya.

Otoritas Iran telah mengeluarkan peringatan agar warga tetap berada di dalam rumah menyusul laporan warga yang mengalami sakit kepala, pusing, kesulitan bernapas, serta sensasi terbakar pada mata.

Iran Red Crescent Society memperingatkan bahwa hujan tersebut dapat menyebabkan kerusakan paru-paru serius dan luka bakar kimia pada kulit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here