Beranda Kesehatan Dampak Perang: "Hujan Hitam" Beracun, Pencemaran Air, dan Emisi Karbon Masif

Dampak Perang: "Hujan Hitam" Beracun, Pencemaran Air, dan Emisi Karbon Masif

Serangan terhadap infrastruktur minyak dan militer tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan "warisan racun" yang mengancam kesehatan masyarakat dan ekosistem dalam jangka panjang.

0
Asap mengepul menjadi wabah beracun yang berbahaya (Majid Saeedi/Getty Images)

Selain itu, gangguan rantai pasok akibat konflik di Selat Hormuz dan Bab El-Mandeb juga berdampak pada pengiriman bantuan kemanusiaan.

 Jean-Martin Bauer, direktur Food and Nutrition Analysis Service WFP, mengatakan bahwa kebutuhan asuransi risiko perang menambah biaya 2.000 hingga 4.000 dolar AS per kontainer di wilayah berisiko, serta menambah waktu tempuh pengiriman hingga 25 hari.

Pakar lingkungan mengingatkan bahwa pemulihan pascakonflik akan menjadi tantangan besar. Seperti dikatakan anggota Dewan Perlindungan Lingkungan Iran, Naghmeh Deylam, dalam konflik sebelumnya, "Ini bukan sekadar konflik militer, tetapi krisis yang melampaui medan perang. Dampaknya terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat baru mulai kita pahami".

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here