Beranda Berita DPR Nilai Penutupan Prodi Tanpa Kajian Komprehensif Ancaman Kebebasan Akademik

DPR Nilai Penutupan Prodi Tanpa Kajian Komprehensif Ancaman Kebebasan Akademik

Habib Syarief menilai jika rencana penutupan prodi didasarkan pada relevansi pasar, maka posisi perguruan tinggi akan tereduksi.

0
Istimewa

CARAPANDANG – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Habib Syarief Muhammad mengkritik rencana penutupan program studi (Prodi) yang dianggap tidak relevan.

Habib Syarief menilai jika rencana penutupan prodi didasarkan pada relevansi pasar, maka posisi perguruan tinggi akan tereduksi. Sebab, perguruan tinggi bukan hanya soal mencetak tenaga kerja, tapi sebagai tempat berproses menemukan kebenaran.

"Secara filosofis, universitas adalah studium generale, tempat pencarian kebenaran dan pengembangan peradaban,"ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.

Selanjutnya dia mengatakan jika wacana tersebut hanya berpijak pada kebutuhan industri saat ini, maka pemerintah berisiko melakukan kesalahan fatal dalam memprediksi kebutuhan masa depan. Apa yang dianggap tidak relevan hari ini, dapat menjadi fondasi kritis di masa depan.

"Menutup prodi secara prematur adalah bentuk bunuh diri intelektual yang mengancam keragaman epistemologis bangsa," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari sudut pandang esensi pendidikan, sebuah program studi bukan sekadar unit administratif, melainkan sebuah ekosistem pemikiran. Menutup prodi berarti memutus tradisi keilmuan, menghapus ribuan jam penelitian, dan menghilangkan spesialisasi yang mungkin sangat unik. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here