Pertemuan yang berlangsung tiga jam itu digelar karena Presiden Prabowo ingin mendapatkan sudut pandang para pengusaha terkait kondisi terkini dunia usaha di dalam negeri.
Saat ditanya apakah sudah ditentukan lokasi penempatan pasukan, Mensesneg menjawab bahwa hingga kini Indonesia masih menunggu kesepakatan dari pihak-pihak yang terlibat perundingan.
Meskipun Bahlil pernah menegaskan akan mendukung pemerintah Prabowo-Gibran sampai tuntas, namun dukungan tersebut hanya sekadar bentuk komunikasi politik untuk menjaga posisi aman.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas dalam memberantas berbagai bentuk korupsi, penipuan, dan manipulasi terhadap kekayaan rakyat.
Partai Golkar menilai bahwa ambang batas parlemen ini menjadi instrumen konstitusional dan demokratis untuk mendorong penyederhanaan sistem kepartaian.