CARAPANDANG - Harga emas melonjak pada akhir pekan lalu. Namun, harga sang logam mulia menghadapi tantangan berat pekan ini menjelang data inflasi Amerika Serikat (AS).
Pada hari ini, Senin (10/8/2026) pukul 06.45 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4340,68. Harganya melemah tipis 0,02%.
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan akhir pekan lalu. Pada Jumat (7/8/2026), harga emas terbang 2,41% ke US$ 4341,71 per troy ons.
Dalam sepekan, harga emas terbang 7,4%.
Kenaikan pekan lalu membawa harga emas jauh meninggalkan level US$4.000 yang mendominasi perdagangan sepanjang sebagian besar Juli.
Analis UBS masih melihat ruang kenaikan yang cukup besar dalam setahun ke depan. Proyeksi UBS menunjukkan harga emas dapat mencapai US$5.200 pada Juni 2027.
Latar belakang pasar juga semakin mendukung emas.
"Penguatan dolar AS tampaknya mulai kehilangan momentum karena kepercayaan pasar terhadap pengetatan kebijakan Federal Reserve mulai terkikis," kata UBS dalam laporan prospek mingguan terbarunya, dikutip dari Refiintiv,
Dolar AS yang melemah dan imbal hasil riil AS yang lebih rendah akan menguntungkan emas. Sementara itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed juga dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap aset defensif.