CARAPANDANG - Harga emas mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan tajam dan menyentuh level support penting. Namun, di balik rebound tersebut, tren besar logam mulia ini masih dibayangi tekanan kuat dari faktor makro global.
Merujuk Refinitiv, pada hari ini, Senin (30/3/2026) pukul 06.20 WIB, harga emas diperdagangkan di US$ 4481,69 atau melemah 0,25%.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pekan lau. Harga emas pada perdagangan Jumat (27/3/2026) ditutup di posisi US$ 4.492,48 per troy ons. Harganya terbang 2,6%.
Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya jatuh 2,8% pada Kamis (26/3/2026). Kenaikan kemarin juga memperpanjang jungkir balik harga emas pekan ini.
Sepanjang pekan lalu, harga emas menguat 0,11%. Penguatan ini memutus pelemahan selama tiga pekan beruntun sebelumnya.
Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi dua faktor utama yang diyakini akan menekan pergerakan emas pada pekan ini. Kondisi ini membuat reli emas cenderung terbatas meski ketegangan geopolitik meningkat.
Indeks dolar terbang ke 100,338 pada hari ini, Senin (30/3/2026) pukul 06.02 WIB. Level saat ini adalah posisi tertinggi sejak Mei 2025.
Indeks terus menguat dalam sepekan terakhir hingga ditutup di posisi 100 101,151 pada akhir pekan alu, Jumat (27/3/2026).