Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar menilai ulang ekspektasi suku bunga.
Emas sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, tetapi tidak memberikan imbal hasil, sehingga kurang menarik saat suku bunga tinggi.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS bisa menunggu dampak perang Iran terhadap ekonomi dan inflasi. The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%.
Sejumlah data ekonomi penting AS akan dirilis pekan ini, termasuk lowongan kerja, penjualan ritel, laporan ketenagakerjaan ADP, dan data nonfarm payrolls.
Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, menyebut kisaran US$4.700-US$4.750 per troy ons menjadi level uji untuk pemulihan jangka pendek emas.
"Jika emas tidak mampu menembus level tersebut, maka kenaikan ini berisiko kembali melemah seperti yang terjadi sebelumnya," ujarnya. dilansir cnbcindonesia.com