CARAPANDANG - Harga emas naik lebih dari 1% pada Kamis setelah aksi bargain hunting (berburu harga murah) muncul. Aksi ini muncul memanfaatkan harga logam mulia yang sempat jatuh ke level terendah dalam satu pekan. Di saat yang sama, investor terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (9/7/2026) ditutup di posisi US$ 4121,02 per troy ons. Harganya terbang 1,1%.
Penguatan ini memutus tren negatif emas yang jatuh tiga hari beruntun sebelumnya dengan total pelemahan 2,3%.
Pada hari ini, Jumat (10/7/2026) pukul ,07.00 WIB harga emas dibanderol US$ 4123,09 per troy ons atau menguat 0,05%.
"Ada aksi bargain hunting setelah penurunan harga kemarin. Dalam jangka pendek, penggerak utama harga emas adalah The Fed," kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di StoneX, dikutip dari Reuters.
Menurut Haberkorn, jika The Fed mengambil sikap yang lebih dovish terhadap suku bunga, maka harga emas dan perak berpotensi naik.
Sebaliknya, jika bank sentral AS mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut, kedua logam tersebut kemungkinan akan tertekan. dilansir cnbcindonesia.com