CARAPANDANG - Harga emas dan perak kembali melesat bahkan mendekati rekor tertinggi karena risiko geopolitik meningkatkan permintaan aset safe haven.
Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), harga emas dunia naik 1,09% di level US$4.496,79 per troy ons. Harga emas kini tengah tengah mengejar mendekati penutupan level tertinggi yang pernah tercipta pada 26 Desember 2025 di level US$4.549,71 per troy ons.
Pada perdagangan hari ini Rabu (7/1/2026) hingga pukul 06.31 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,02% di posisi US$4.497,65 per troy ons.
Harga emas melanjutkan kenaikannya pada perdagangan Selasa, didorong oleh permintaan aset aman setelah penangkapan presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global, sementara investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
"Para pedagang logam mulia melihat lebih banyak risiko di masa depan daripada yang dilihat oleh para pedagang saham dan obligasi saat ini," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa penggerebekan AS di Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan aset safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak.
Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah pada hari Senin atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan.