Kenaikan harga minyak mentah mendorong inflasi karena produsen meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen.
"Secara teknikal dalam jangka pendek, pasar masih menguntungkan pihak bearish, sehingga memicu aksi jual teknikal juga," ujar Wyckoff.
Ia menambahkan bahwa pasar akan mencermati rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Kamis untuk mengukur tekanan inflasi dan arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Sementara itu, UBS memangkas target harga emas akhir tahun sebesar US$400 menjadi US$5.500 karena risiko berlanjut dari imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan penguatan dolar AS. Dilansir cnbcindonesia.com