Beranda Tips Fenomena ''Boti'' dan Remaja Feminin: Peringatan bagi Orang Tua, Didik dengan Iman Bukan Makian

Fenomena ''Boti'' dan Remaja Feminin: Peringatan bagi Orang Tua, Didik dengan Iman Bukan Makian

Lapangan pergaulan remaja hari ini sedang tidak baik-baik saja. Belakangan, masyarakat dihebohkan dengan fenomena anak laki-laki yang berperilaku, berbicara, hingga berpenampilan feminin—atau yang di media sosial kerap dijuluki dengan istilah "boti"

0
Fenomena ''Boti'' dan Remaja Feminin: Peringatan bagi Orang Tua, Didik dengan Iman Bukan Makian
  1. Membangun Komunikasi Dua Arah: Dengarkan keluh kesah anak, jadilah sahabat terbaik mereka.
  2. Hadirkan Kedekatan Emosional: Anak laki-laki membutuhkan figur ayah yang kuat agar mereka tahu bagaimana menjadi laki-laki sejati.
  3. Pengawasan yang Sehat: Pantau apa yang mereka tonton di gawai dan dengan siapa mereka menghabiskan waktu di luar rumah.

Membentuk generasi khairu ummah (umat terbaik) memerlukan kesabaran yang besar. Tegas dalam memegang prinsip hukum Allah, namun harus bijak dan merangkul dalam metode penyampaiannya.

“Perilaku boleh dikoreksi, tetapi harga diri anak tetap harus dijaga. Bimbingan yang baik adalah bimbingan yang tegas dalam nilai, tetapi tidak kasar dalam cara,” pungkas Ari. 

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here