Beranda Daerah Gempa NTT: 51 Orang Meninggal, 132 Luka, Ribuan Warga Mengungsi

Gempa NTT: 51 Orang Meninggal, 132 Luka, Ribuan Warga Mengungsi

Sebaran korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 51 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyampaikan data korban jiwa ini merupakan akumulasi dari beberapa kabupaten terdampak. Sebaran korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Selain itu, gempa yang berpusat di timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer ini juga memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Konsentrasi pengungsi terbesar terpantau di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.

Pemerintah Provinsi NTT dan kabupaten/kota terdampak telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan bencana.

Kabupaten Manggarai misalnya, menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah tiba di Pulau Flores untuk memantau langsung operasi pencarian dan pertolongan.

Tim SAR gabungan memperluas pencarian di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo, serta menyiagakan helikopter di Bandara Komodo Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis melalui udara jika diperlukan.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here