Selain itu Pj Sekda Kota Padang juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang telah melakukan sejumlah langkah penanganan cepat, di antaranya suplai air bersih menggunakan mobil tangki ke lokasi terdampak, pembangunan sumur bor dangkal yang akan dikerjakan dalam waktu dekat, serta pembangunan hidran umum yang terhubung dengan jaringan pipa PDAM.
Menanggapi kondisi tersebut, kepada peserta rapat Gubernur Mahyeldi menegaskan permasalahan kekeringan harus ditangani secara cepat, tepat, dan terukur. Hal ini sejalan dengan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi cuaca panas masih akan berlangsung hingga akhir Januari hingga awal Februari 2026.
“Kondisi ini tidak bisa kita biarkan berlarut-larut. Kekeringan harus segera kita atasi agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih,” tegas Gubernur Mahyeldi
Mahyeldi juga menekankan pentingnya pemetaan secara detail terhadap titik-titik permasalahan penyediaan air bersih agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Ia memastikan, Pemprov Sumbar siap memberikan dukungan dan melakukan back up terhadap kebutuhan yang diperlukan Pemerintah Kota Padang.
“Kita harus memastikan di mana saja titik-titik yang masih bermasalah dalam penyediaan air bersih. Dari situ, kita tentukan langkah yang akan kita perkuat dan optimalkan bersama,” ujar Gubernur.