Pelaku kemudian menuju rumah AB di Perumahan Family Dream. Saat itu korban AS dan AB sedang berkemas untuk pindah kos. Karena pintu tidak terkunci, MY masuk dan bersembunyi di kamar sebelah. Dari sana ia mengintip dan melihat AS dan AB sedang berpelukan, yang membuatnya semakin emosi.
"Tersangka keluar dari kamar lalu memukul kepala AB menggunakan kayu berpaku sebanyak satu kali hingga kayu tersebut patah," ujar Anggoro.
Korban AS dan AB sempat melawan. Namun saat AB mulai oleng, MY langsung menikam punggung AS menggunakan pisau dapur yang telah disiapkan.
Penusukan dilakukan sebanyak dua kali. MY kembali mencoba menusuk korban, namun pisau sempat ditahan oleh AB menggunakan tangannya.
AB kemudian keluar rumah meminta pertolongan warga. Sementara itu, MY kembali menyerang AS hingga pisau tertancap di kepala korban.
Korban AS ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan dua luka tusuk di punggung dan satu luka di kepala. Sementara AB mengalami luka di bagian kepala dan tangan kiri, dan kini dirawat di RS Bhayangkara Polda Kepri.
Usai melakukan aksinya, MY melarikan diri dari lokasi dan memesan ojek online. Ia kemudian meminta diantar ke Polresta Barelang untuk menyerahkan diri.
"Saya kesal, saya marah merasa dibohongi sama dia. Makanya saya nekat membunuhnya," ucap pelaku.