Hal serupa dikatakan pemudik motor lainnya, yakni Zaka (35) yang ingin pulang kampung ke Cirebon bersama istri dan anaknya.
"Tahun ini mudik lagi sama istri dan anak. Paling saya bawa santai karena ada anak sama istri, tidak maksa perjalanan cepat," kata Zaka.
Zaka mengaku khawatir jika harus mudik mendekati hari Lebaran. Selain macet, dirinya juga harus melihat kondisi anaknya yang masih berusia 3 tahun.
"Pertimbangannya banyak, makanya balik mulai sekarang. Pakai jaket anak sama istri, bawa barang juga gak banyak biar gak capek juga. Emang saya biasa lewat jalur sini enak aja," ucap Zaka.
Iring-iringan kendaraan yang memanjang di sepanjang jalan menandakan arus pemudik yang terus mengalir.
Di beberapa titik, para pengendara tampak berhenti sejenak di pinggir jalan untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Jalan Raya Kalimalang menjadi salah satu jalur favorit pemudik sepeda motor dari Jakarta menuju wilayah Bekasi, Karawang hingga jalur Pantura.
Jalur ini kerap dipilih karena dianggap lebih mudah diakses dan menjadi alternatif selain jalur utama lainnya.
Dengan semakin dekatnya Lebaran, jumlah pemudik yang melintas di Jalan Raya Kalimalang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.