Beranda Ekonomi Harga Minyak Anjlok Hingga 7% Usai AS-Iran Hentikan Serangan

Harga Minyak Anjlok Hingga 7% Usai AS-Iran Hentikan Serangan

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, anjlok 6,81 dolar AS atau 7,04 persen ke level 89,97 dolar AS per barel.

0
Ilustrasi - Kapal minyak menyeberangi Selat Hormuz

CARAPANDANG - Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Senin (27/7/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan sementara aksi saling serang selama akhir pekan. Kondisi ini memicu spekulasi pasar bahwa konflik dapat mereda melalui jalur diplomasi, yang memungkinkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali normal.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, anjlok 6,81 dolar AS atau 7,04 persen ke level 89,97 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 5,85 dolar AS atau 6,55 persen menjadi 83,46 dolar AS per barel.

Kedua kontrak tersebut berada pada level terendah dalam hampir sepekan, setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga pekan berturut-turut.

Penurunan ini memangkas sebagian besar reli tajam yang sebelumnya membawa harga Brent menembus level psikologis 100 dolar AS per barel pada 23 Juli lalu.

Saat itu, konflik AS-Iran mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan meluas ke Laut Merah, sehingga menghambat ekspor minyak Arab Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb menuju Asia.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan Presiden Donald Trump memutuskan menghentikan sementara serangan untuk memberikan lebih banyak waktu bagi upaya diplomasi.

Penghentian ini terjadi setelah 13 malam berturut-turut AS melancarkan serangan udara ke Iran.

Seorang pejabat senior Iran juga menyatakan Teheran akan menghentikan serangannya selama AS melakukan hal yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here