Beranda Edukasi Hari Anak Nasional, Pemerintah Jamin Pendidikan Berkelanjutan bagi Anak Pekerja Migran

Hari Anak Nasional, Pemerintah Jamin Pendidikan Berkelanjutan bagi Anak Pekerja Migran

0
Hari Anak Nasional, Pemerintah Jamin Pendidikan Berkelanjutan bagi Anak Pekerja Migran

“SB dan ICC merupakan solusi alternatif dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak PMI yang tinggal di semenanjung Malaysia, sedangkan CLC solusi alternatif pendidikan nonformal untuk anak-anak PMI di daerah Sabah dan Serawak,” jelas Dhoni.

Dia mengatakan penyediaan layanan pendidikan nonformal ini merupakan upaya untuk tetap memenuhi hak pendidikan anak-anak PMI yang tidak dapat mengakses pendidikan formal di sekolah-sekolah lokal atau SILN.

Tempat-tempat tersebut menjadi ruang belajar alternatif yang mendukung pengembangan pengetahuan dasar, keterampilan, nilai-nilai budaya Indonesia, serta pembinaan karakter dan dukungan psikososial.

Sebagai gambaran, jumlah SB di Semenanjung Malaysia sebanyak 75 buah dengan total siswa tercatat 2.215 orang (data April 2026). Sementara jumlah CLC di seluruh Sabah dan Sarawak sebanyak 302 dengan total jumlah murid yakni 22.031 siswa (data Mei 2026).

Jumlah pelajar Indonesia di Malaysia itu belum termasuk jumlah siswa dan siswi di SIKL, SIJB, SIKK dan PKBM, dan dapat berubah jika mengikuti pembaruan data setelah pendaftaran tahun ajaran baru.

Dhoni mengatakan setelah menyelesaikan pembelajaran di Malaysia, anak-anak tersebut didorong untuk pulang dan melanjutkan pendidikan formal di Indonesia.

Sebagai upaya komprehensif pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan yang inklusif, pemerintah menyediakan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah Atas (ADEM) dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi anak-anak PMI.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here