CARAPANDANG - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, angkat bicara menanggapi polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram yang viral di media sosial.
Hasan meminta masyarakat untuk melihat substansi utuh dari pidato kenegaraan Presiden, bukan hanya terpaku pada potongan kalimat yang dianggap kontroversial.
Pernyataan Prabowo yang menyebut upah pengupas bawang Rp700.000 per kilogram disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian asal Bogor bernama Susanah sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
Menanggapi ramainya perbincangan publik terkait angka upah tersebut, Hasan Nasbi mengimbau agar masyarakat tidak terjebak pada potongan pidato yang beredar di media sosial.
Ia menilai perhatian yang berlebihan pada satu-dua kalimat dapat mengaburkan gagasan besar yang ingin disampaikan Presiden.
"Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus belajar untuk tidak terfokus," ujar Hasan di sela-sela peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Hasan juga mengaitkan viralnya potongan pidato tersebut dengan cara kerja algoritma media sosial yang mendorong perhatian berlebihan pada cuplikan tertentu.