Mikroplastik di laut kemudian masuk ke tubuh ikan, kerang, udang, dan organisme laut kecil karena partikel plastik yang tersebar di perairan global. Banyak studi telah menemukan mikroplastik dalam tubuh hewan laut yang kemudian dimakan manusia. Kontaminasi ini berasal dari berbagai jalur: partikel plastik yang terurai di air, serat dari tekstil yang terbawa limbah air, serta akumulasi di plankton yang kemudian dimakan hewan laut yang lebih besar.
Sebuah tinjauan menyimpulkan bahwa produk laut seperti ikan, udang, kerang, dan moluska sering terkontaminasi mikroplastik, termasuk partikel serat kecil. Artinya, setiap makanan laut yang dimakan dapat menyumbang partikel plastik kecil yang langsung mencapai usus. Hal ini yang menjadi alasan banyak penelitian fokus pada kategori makanan ini sebagai salah satu sumber paparan mikroplastik utama.
2. Garam dapur/garam laut
Cara lain mikroplastik masuk ke dalam makanan sehari-hari adalah lewat garam laut. Proses pengambilan garam dari laut sering kali mengikutsertakan microplastik yang ada dalam air laut. Dan, karena garam umumnya tidak diproses lagi setelah penguapan air laut, partikel plastik tersebut tetap ada dalam produk akhir.
Beberapa studi menunjukkan mikroplastik hadir di berbagai merek garam laut di seluruh dunia. Karena garam digunakan hampir di setiap masakan, paparan dari garam dapat menjadi sumber mikroplastik yang konsisten dalam pola makan harian.