Salah satu penelitian menemukan bahwa jenis polipropilena dalam kantong teh tertentu bisa melepaskan jumlah partikel yang sangat besar saat diseduh, yang kemudian langsung masuk dalam minuman yang diminum. Karena teh adalah minuman yang sangat umum, paparan mikroplastik melalui kantong teh bisa menjadi perhatian yang relevan dalam pola makan harian orang dewasa.
5. Beras
Beras dapat mengandung mikroplastik. Kontaminasi ini biasanya berasal dari lingkungan pertanian, seperti tanah dan air irigasi yang sudah tercemar plastik, serta dari proses pascapanen seperti pengolahan, transportasi, dan pengemasan. Studi sistematis menemukan adanya variasi bentuk, warna, dan jenis polimer mikroplastik dalam sampel beras dari berbagai negara, menandakan bahwa beras bisa menjadi salah satu jalur paparan mikroplastik bagi manusia.
Selain itu, penelitian tentang tanaman padi menunjukkan bahwa mikroplastik dan nanoplastik bisa masuk ke sistem akar dan jaringan tanaman, sehingga berpotensi terakumulasi dalam butir beras. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konsumsi beras sehari-hari bisa menjadi sumber paparan mikroplastik, meskipun tingkat risikonya terhadap kesehatan manusia masih terus diteliti.
6. Buah dan sayur
Sejumlah studi telah mendeteksi mikroplastik dalam sayuran dan buah. Ini diukur baik di permukaan maupun di jaringan tanaman itu sendiri, terutama jika ditanam di tanah atau irigasi yang terkontaminasi partikel plastik.