Ahli gizi Toby Smithson mengatakan gangguan tidur akibat jet lag atau lingkungan baru dapat menyulitkan tubuh menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Kurang tidur juga membuat seseorang lebih mudah lupa memeriksa gula darah, menunda makan, atau memilih makanan tinggi gula sebagai sumber energi cepat.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan sensitivitas insulin sehingga tubuh menjadi lebih sulit mengendalikan kadar glukosa.
Dehidrasi
Ahli gizi Hennis Tung menjelaskan bahwa kekurangan cairan membuat konsentrasi gula dalam darah meningkat. Kondisi tersebut dapat disertai gejala seperti sakit kepala, lemas, dan mulut kering.
Karena udara di kabin pesawat cenderung kering dan aktivitas selama perjalanan sering membuat seseorang lupa minum, ia menyarankan membawa botol minum yang dapat diisi ulang dan mengonsumsi air secara berkala sepanjang perjalanan.
Untuk membantu menjaga gula darah tetap stabil saat bepergian, para ahli juga menyarankan menyusun jadwal makan sebelum berangkat, membawa camilan bergizi, menjaga asupan cairan, rutin bergerak setelah duduk dalam waktu lama, serta mempertahankan jadwal tidur yang konsisten semampunya.
Bagi penderita diabetes, perencanaan perjalanan bersama dokter atau tenaga kesehatan juga dianjurkan agar pengaturan obat, insulin, maupun pemantauan gula darah tetap sesuai dengan kebutuhan selama bepergian.