Beranda Umum Indonesia Dalam Dilema Misi Perdamaian Dunia

Indonesia Dalam Dilema Misi Perdamaian Dunia

Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan

0
indonesia dalam dilema misi perdamain dunia

Indonesia sendiri, selama ini memilih jalan yang sedikit berbeda. Kita tidak membangun dominasi, kita membangun kepercayaan. Kita tidak datang dengan ancaman, tapi dengan niat baik. Dan ini dipraktikkan secara konsisten oleh Indonesia, sekaligus menjadi identitas Indonesia.

Meski demikian, peristiwa gugurnya sejumlah prajurit TNI di Lebanon Selatan, baru-baru ini, telah menjadi pengingat pula bagi kita bahwa misi perdamaian bukanlah ruang yang steril dari bahaya. Di lapangan, peluru dan ledakan mesiu tidak pernah benar-benar mengenal status “penjaga perdamaian”.

Lantas, jika demikian, apakah kehadiran kontingen Indonesia di wilayah konflik, seperti di Lebanon, merupakan pilihan yang keliru?

Tentu saja, jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Indonesia sejak lama selalu mengambil peran aktif dalam misi perdamaian dunia, termasuk antara lain melalui UNIFIL. Peran ini bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari identitas politik luar negeri Indonesia yang menekankan kontribusi pada stabilitas global.

Dalam konteks ini, kita bisa melihat posisi Indonesia sebagai semacam penyeimbang. Di tengah dunia yang semakin keras dan sarat konflik, kehadiran negara, seperti Indonesia, bisa menjadi pengingat bahwa tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan kekuatan bersenjata, melainkan masih terbuka ruang penyelesaian lewat jalan diplomasi, dialog, dan upaya damai lainnya.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here