CARAPANDANG.COM- Indonesia mendorong penguatan kerja sama dalam bidang kebudayaan di antara anggota BRICS, kumpulan negara berkembang dan pasar negara berkembang utama yang mencakup Brasil, China, Mesir, Etiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dalam XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Madhya Pradesh, India, Sabtu (8/8), menyampaikan bahwa kerja sama kebudayaan BRICS perlu berorientasi pada masyarakat, inklusif, serta berlandaskan kesetaraan kedaulatan, konsensus, dan saling menghormati.
Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Minggu (9/8), Fadli mengemukakan bahwa tantangan global seperti disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, tekanan perubahan iklim, dan fragmentasi sosial semakin menunjukkan bahwa kebudayaan bukan sekadar pelengkap pembangunan.
Menurut dia, kebudayaan merupakan fondasi yang dapat memperkuat ketangguhan masyarakat, mendorong inovasi, memperkuat kohesi sosial, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Oleh karena itu, Indonesia mendorong penguatan kerja sama BRICS melalui empat agenda utama.
Pertama, Indonesia mendorong penguatan pelindungan warisan budaya sekaligus kerja sama pengembalian dan restitusi benda budaya.