CARAPANDANG.COM, TEHERAN -- Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran Esmaeil Baghaei pada Rabu (19/8) dini hari membantah pernyataan Uni Emirat Arab (UEA) yang menyatakan bahwa dua rudal balistik telah diluncurkan dari Iran ke arah UEA pada Selasa (18/8).
Baghaei menyampaikan bantahan tersebut dalam sebuah pernyataan, seraya menyebutkan tindakan UEA itu bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik dan mengganggu upaya yang sedang berlangsung untuk membangun kepercayaan di antara negara-negara kawasan dan mencegah memburuknya situasi keamanan.
Dia menyerukan kepada negara-negara di kawasan untuk menahan diri dari melontarkan tuduhan "tidak berdasar", mengingat situasi yang sudah kompleks akibat tindakan-tindakan berbahaya yang terus dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan.
Foto yang diabadikan pada 3 September 2024 ini memperlihatkan pemandangan Istana Kepresidenan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Carapandang/Xinhua/Sui Xiankai)
Kementerian Pertahanan UEA pada Selasa menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran ke arah negara tersebut, seraya menambahkan bahwa rudal-rudal itu menargetkan lalu lintas maritim.
Kementerian tersebut menuturkan bahwa rudal pertama jatuh di luar perairan teritorial UEA, sedangkan rudal kedua jatuh di dalam perairan teritorial negara itu.