Beranda Internasional Iran Mobilisasi Satu Juta Personel Hadapi Ancaman Serangan Darat AS

Iran Mobilisasi Satu Juta Personel Hadapi Ancaman Serangan Darat AS

Iran telah mengerahkan lebih dari satu juta personel militer dan pejuang sebagai persiapan menghadapi potensi invasi darat oleh Amerika Serikat, menyusul eskalasi konflik yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.

0
Ilustrasi

Iran meyakini memiliki kemampuan untuk mengancam salah satu jalur maritim terpenting perdagangan global secara serius. Selat Bab el-Mandeb disebut sebagai salah satu selat paling strategis di dunia dan merupakan jalur wajib menuju Terusan Suez.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam pernyataannya di media sosial X, memperingatkan AS agar tidak menguji tekad Iran dalam mempertahankan wilayah.

"Apa yang telah dirusak para jenderal, tidak dapat diperbaiki oleh para prajurit. Sebaliknya, mereka akan menjadi korban dari khayalan Netanyahu," tulis Ghalibaf.

Di tengah ketegangan yang meningkat, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan tenggat waktu untuk potensi serangan terhadap fasilitas energi Iran hingga 10 hari ke depan, menjadi Senin, 6 April 2026.

"Sebagaimana permintaan pemerintah Iran, izinkan saya menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran pembangkit listrik energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 waktu Timur," kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

Meskipun demikian, Pentagon dilaporkan sedang mempertimbangkan pengerahan hingga 10.000 personel pasukan darat tambahan ke Timur Tengah. Rencana ini menambah sekitar 5.000 Marinir dan ribuan pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang telah diperintahkan ke wilayah tersebut.

Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah negara itu, menjadi titik fokus potensi operasi darat AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here