Menteri luar negeri Iran dan Arab Saudi pada Rabu (6/5) menekankan perlunya kerja sama regional yang lebih erat untuk mencegah eskalasi ketegangan di kawasan
Dalam pengumuman di platform Truth Social pada Selasa (5/5/2026), Trump menyatakan bahwa keputusan ini diambil atas permintaan Pakistan yang bertindak sebagai mediator.
Menanggapi situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa peristiwa ini menunjukkan tidak ada solusi militer untuk krisis politik dan menyebut "Project Freedom adalah Project Deadlock".
Tudingan ini langsung membantah klasi resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) yang sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya menargetkan enam kapal cepat yang dimiliki Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengerahkan lebih dari 100 pesawat tempur, kapal perusak berpemandu rudal, platform tanpa awak, serta sekitar 15.000 personel untuk mendukung misi yang dipimpin Presiden Donald Trump ini.
Wakil Inspektur Markas Militer Iran, Mohammad Jafar Asadi, dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita semi-resmi Fars pada Sabtu (2/5/2026), menegaskan bahwa berbagai bukti menunjukkan AS tidak berkomitmen pada perjanjian apa pun.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan tegas pada Kamis (30/4/2026) yang menandai dimulainya "babak baru" untuk kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan bahwa Washington telah menyita aset kripto milik Iran senilai sekitar hampir 500 juta dolar AS (Rp8,6 triliun).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.