CARAPANDANG.COM, TEHERAN -- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Sabtu (23/5) mengatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat (AS) sedang berupaya menyelesaikan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai penghentian perang.
"Pada tahap ini, fokus kami adalah mengakhiri perang yang dipaksakan ini," kata Baghaei kepada kantor berita yang dikelola pemerintah Iran, IRIB, setelah kunjungan delegasi Pakistan ke Teheran pada Jumat (22/5) yang mencakup Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi.
"Niat kami adalah terlebih dahulu menyepakati MoU yang terdiri atas 14 klausul," kata Baghaei, seraya mencatat bahwa "dalam kurun waktu 30 hingga 60 hari," mereka akan "mencapai kesepakatan final.
"Kami berada pada tahap finalisasi MoU. Isu-isu yang sedang dibahas berfokus pada penghentian perang (di semua front, termasuk Lebanon)," tuturnya. "Di antara topik utama yang akan dibahas dalam MoU tersebut adalah penghentian serangan maritim AS, atau blokade angkatan laut sebagaimana mereka menyebutnya sendiri, serta isu-isu lain yang berkaitan dengan pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan."
Menjelaskan mengenai periode 30 hingga 60 hari yang disebutkan dalam teks MoU tersebut, Baghaei mengatakan bahwa periode itu baru akan dimulai setelah dokumen tersebut secara resmi disepakati.