Mengenai pertemuannya dengan pejabat Hamas, Kushner mengatakan bahwa meskipun kelompok tersebut "mengatakan semua hal yang benar", tetap sulit untuk mempercayai organisasi yang melakukan "kekejaman mengerikan".
Ia mengatakan pemerintahan AS akan memberikan kesempatan kepada kelompok perlawanan tersebut untuk membuktikan komitmennya berdasarkan "tindakan dan langkah-langkah" yang mereka lakukan.
Pada Oktober 2023, militer Israel memulai serbuan mematikan di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya.
Meskipun gencatan senjata tetap berlaku sejak Oktober 2025 sebagai bagian dari fase pertama rencana perdamaian Gaza yang digagas Trump, Israel terus menyerang wilayah Palestina tersebut, menewaskan sedikitnya 1.260 orang dan melukai lebih dari 4.100 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Fase kedua rencana Trump mencakup pengalihan pemerintahan Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta penempatan senjata di bawah pengawasan internasional.
Sementara itu, Israel diperkirakan akan melakukan penarikan pasukan secara bertahap dari Jalur Gaza agar upaya rekonstruksi dapat dimulai.
Sumber: Anadolu