CARAPANDANG - DKI Jakarta berhasil menempati peringkat ke-53 dunia dalam daftar 100 Kota Terbaik di Dunia (World's Best Cities) 2026 yang dirilis perusahaan konsultan di Brussel, Belgia, Resonance Consultancy.
Menurut laporan dari Resonance Consultasy, bahkan berhasil menduduki posisi di atas Washington DC, Amerika Serikat yang berada di posisi ke-57. Sementara Abu Dhabi, hingga Uni Emirat Arab di peringkat ke-86.
President & CEO Resonance Consulty, Chris Fair dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, menyebut, keberhasilan Jakarta tersebut disebabkan karena daya tarik wisata, popularitas media sosial, serta peningkatan konektivitas transportasi.
Meski demikian, posisi Jakarta masih berada di bawah sejumlah kota lain seperti Guangzhou, China, Bogota, Kolombia, serta Kuala Lumpur, Malaysia. Sementara, pada urutan puncak ada London, New York dan Paris.
Chris mengatakan, pihaknya menilai Jakarta sebagai metropolitan terpadat kedua di dunia yang masih terus berkembang meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan penurunan muka tanah dan perpindahan status ibu kota negara ke Nusantara.
"Ya, status ibu kota negara memang akan berpindah ke Nusantara. Namun, pusat gravitasi ekonomi Jakarta tidak ikut berpindah," jelas Chris.
Ia memandang, kekuatan utama Jakarta terletak pada aspek lovability atau daya tarik kota. Bahkan menurutnya, Jakarta menempati posisi ke-28 dunia dalam kategori tersebut, jauh lebih tinggi dibandingkan peringkat keseluruhannya.