“Tidak ada toleransi bagi institusi yang memilih diam, melindungi pelaku, atau menempatkan nama baik di atas keselamatan korban,” tegas pernyataan resmi BEM, Kamis (16/4).
BEM juga mendesak dekanat untuk membatasi interaksi akademik terduga pelaku selama proses penanganan berlangsung.
Sementara itu, di IPB University, dugaan pelecehan terjadi di lingkungan mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem.
Selain percakapan vulgar dalam grup chat, kasus ini memunculkan dugaan intimidasi. Korban diduga diancam tidak akan lulus ospek jurusan jika tidak bersedia berdamai.
Pihak IPB melalui Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus (KMKKPK) saat ini tengah memproses kasus tersebut. “Serangkaian tahapan dilakukan mulai dari pemanggilan pihak terkait, pengumpulan bukti, serta koordinasi,” ujar Direktur Kerjasama IPB, Alfian Helmi.
Merespons maraknya kasus ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menyatakan keprihatinannya dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada satuan tugas (Satgas) PPKS di masing-masing kampus.