Rektor Cakrawala University, Alim Anggono, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kompetensi kecerdasan artifisial bagi generasi muda Indonesia. Menurutnya, kecerdasan artifisial menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi tantangan masa depan. “Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian dalam membangun ekosistem pembinaan talenta kecerdasan artifisial di Indonesia,” tutur Alim.
Salah satu pendaftar pada LKS Dikmen, Annisa Rahmayanti asal SMK Negeri 1 Tarakan, menyampaikan bahwa ia tertantang untuk mengikuti ekshibisi tersebut pada jalur LKS Dikmen. Menurutnya, ajang ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas wawasan di bidang kecerdasan artifisial.
“Alasan saya mengikuti ekshibisi ini adalah untuk belajar tentang hal baru dan mencoba menciptakan soft skill bagi diri saya. Saya tertarik dengan kecerdasan artifisial dan ingin mengujinya,” ungkap Annisa.
Pada ajang LKS Dikmen, EKKA dilaksanakan dalam bentuk kompetisi berbasis studi kasus (case study). Setiap tim akan merancang, membangun, dan mempresentasikan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk menyelesaikan permasalahan dunia nyata sesuai challenge case yang ditetapkan panitia.