CARAPANDANG - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan fenomena El Nino tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional. Pemerintah telah mengantisipasi dampaknya sejak dini melalui penguatan cadangan pangan pemerintah (CPP).
Amran menyatakan stok beras di Perum Bulog telah mencapai 5,24 juta ton per 20 Juli 2026, cukup untuk menjaga stabilitas pasokan.
Selain beras, pemerintah juga memiliki stok komoditas strategis lain seperti jagung pakan 176 ribu ton, minyak goreng 1 ribu kiloliter, gula konsumsi 2,79 ribu ton, dan daging ayam 38 ton.
"Tidak usah khawatir. El Nino yang dulu lebih dahsyat daripada sekarang. Kemarin katanya bulan empat, tapi banjir. Bulan lima, bulan enam banjir, bulan tujuh juga masih ada banjir," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).
Ia mengingatkan agar prediksi cuaca yang berlebihan tidak membuat petani takut menanam.
"Saya sering katakan hati-hati (prediksinya). Kenapa? Petani takut tanam. Tolong pikirkan dampaknya," katanya.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menambahkan pemerintah tetap waspada dengan memperkuat produksi dan distribusi pangan.
"Kami tetap waspada menghadapi El Nino. Cadangan pangan kokoh, produksi meningkat, distribusi semakin kuat dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," ujar Sarwo.