Beranda Ekonomi Prabowo Minta Bahlil Segera Kaji Implementasi B60, Targetkan 2028

Prabowo Minta Bahlil Segera Kaji Implementasi B60, Targetkan 2028

Selain biodiesel B60, pemerintah juga menyiapkan penerapan mandatori campuran bioetanol pada bensin secara bertahap, dimulai dari E10 pada 2027 sebelum ditingkatkan ke E20.

0
Ilustrasi - SPBU B50

CARAPANDANG - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mengkaji penerapan biodiesel B60 sebagai kelanjutan program mandatori biodiesel yang saat ini telah mencapai B50.

Arahan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7) malam.

Bahlil menyatakan pihaknya akan segera melakukan kajian teknis dan keekonomian untuk mempelajari kemungkinan implementasi B60.

"Dan perintah Bapak Presiden juga harus segera kita mempelajari, mengkaji kemungkinan untuk B60. Dan sekarang kita lagi lakukan kajian," ujar Bahlil usai sidang kabinet.

Selain biodiesel B60, pemerintah juga menyiapkan penerapan mandatori campuran bioetanol pada bensin secara bertahap, dimulai dari E10 pada 2027 sebelum ditingkatkan ke E20.

Bahlil menyebut strategi ini mengadopsi pola bertahap yang selama ini diterapkan dalam program biodiesel nasional.

"Jadi kita bertahap dulu, kita melakukan copy paste dari strategi yang dilakukan oleh B10, B20, B30 sampai sekarang B50," kata Bahlil.

Sebelumnya, dalam peluncuran B50 di Karawang, Kamis (9/7), Prabowo secara tegas mendorong pengembangan biodiesel tidak berhenti di B50.

"Teruskan, jangan berhenti di B50. Kalau bisa B60, bulan apa B60?" tantang Prabowo saat itu, yang dijawab Bahlil dengan target implementasi B60 pada 2028.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here