Shetty mengatakan, para ilmuwan juga menunjukkan merokok dapat mengubah komposisi bakteri mikrobioma usus yang mengatur kesehatan tubuh dan mendorong pertumbuhan organisme bahaya. Hal itu yang menyebabkan kembung, perut bergas dan perubahan kebiasaan buang air besar.
“Merokok mengubah mikrobiota di usus dengan peningkatan organisme berbahaya. Hal ini diketahui meningkatkan risiko penyakit radang usus seperti IBD,” katanya.
Sementara itu Gastroenterologi Medis Rumah Sakit Manipal Goa, Dr. Rohan Badave mengatakan perubahan pada sistem pencernaan sering kali tidak menunjukkan gejala pada awalnya dan muncul terlambat. Padahal peradangan usus dapat menjadi kronis dan faktor risiko utama untuk berbagai kanker pencernaan.
“Tembakau merupakan faktor risiko utama untuk berbagai kanker sistem pencernaan termasuk kanker lambung, kanker kolorektal, kanker pankreas, kanker hati, dan kanker kerongkongan,” kata Badave.
Oleh karena itu tembakau atau rokok bukan hanya masalah mulut dan paru-paru, tetapi memengaruhi seluruh sistem pencernaan dari lambung hingga hati dan pankreas. dilansir antaranews.com