Beranda Inspirasi Ketika Takbir Bergema dan Daging Kurban Dibagi : Spirit Idul Adha Dalam Membangun Keadilan Sosial

Ketika Takbir Bergema dan Daging Kurban Dibagi : Spirit Idul Adha Dalam Membangun Keadilan Sosial

Setiap Kali Gema Takbir ‘Idul Adha Berkumandang, sesungguhnya yang sedang dipanggil bukan hanya telinga manusia, tetapi juga hati nurani kemanusiaan. Takbir bukan sekadar lafaz pujian kepada Allah SWT, melainkan pengingat bahwa tidak ada kekuasaan, kekayaan, dan kemegahan apa pun yang lebih besar daripada nilai ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama

0
Ketika Takbir Menggema dan Daging Kurban Dibagi : Spirit Idul Adha Dalam Membangun Keadilan Sosial dan Ekonomi Ummat

CARAPANDANG - Setiap Kali Gema Takbir ‘Idul Adha Berkumandang, sesungguhnya yang sedang dipanggil bukan hanya telinga manusia, tetapi juga hati nurani kemanusiaan. Takbir bukan sekadar lafaz pujian kepada Allah SWT, melainkan pengingat bahwa tidak ada kekuasaan, kekayaan, dan kemegahan apa pun yang lebih besar daripada nilai ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama.

‘Idul Adha adalah hari ketika langit spiritual dan bumi sosial bertemu dalam satu ibadah yang agung: kurban. Di dalamnya ada ketundukan Nabi Ibrahim AS, keikhlasan Nabi Ismail AS, sekaligus pesan kemanusiaan yang sangat mendalam bahwa agama tidak boleh berhenti pada simbol dan ritual, tetapi harus menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan sosial umat manusia.

Karena itu, kurban sejatinya bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menyembelih egoisme, keserakahan, ketidakpedulian, dan kerakusan sosial yang selama ini tumbuh di tengah kehidupan modern. Kurban adalah pendidikan ruhani agar manusia tidak menjadi budak harta, sekaligus pendidikan sosial agar orang kaya tidak kehilangan rasa empati terhadap penderitaan rakyat kecil.

Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an :
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.
(QS. Al-Hajj : 37)

Ayat ini menegaskan bahwa esensi kurban bukan terletak pada besarnya hewan yang disembelih, tetapi pada kebersihan hati, ketulusan niat, dan keberpihakan sosial kepada sesama manusia.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here