CARAPANDANG - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dengan tegas menyatakan bahwa Amerika Serikat "tidak akan berhasil" dalam upayanya terhadap Iran, di saat putaran kedua perundingan nuklir tidak langsung antara kedua negara dimulai di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/2/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan latar belakang latihan militer Iran di Selat Hormuz dan pengerahan kekuatan militer AS yang semakin besar di kawasan Timur Tengah
Perundingan yang dimediasi oleh Oman ini berlangsung secara tidak langsung, dengan para mediator menyampaikan pesan antara delegasi Iran yang dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan delegasi AS yang dipimpin oleh utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantunya, Jared Kushner.
Menjelang dimulainya perundingan, Presiden Trump menyatakan akan terlibat "secara tidak langsung" dan meyakini Tehran menginginkan kesepakatan.
"Saya tidak berpikir mereka menginginkan konsekuensi jika tidak membuat kesepakatan," kata Trump mengutip laporan Al Jazeera pada Senin (16/2/2026).
Ia juga mengaitkan perundingan ini dengan serangan sebelumnya.
"Kami bisa saja membuat kesepakatan, bukannya mengirim B-2 untuk melumpuhkan potensi nuklir mereka. Dan kami harus mengirim B-2 itu," tuturnya mengutip Al Jazeera.
Sementara perundingan berlangsung, seorang pejabat senior Iran menyatakan kepada Reuters bahwa Tehran hadir di Jenewa dengan proposal yang tulus dan konstruktif.