Beranda Kesehatan Komnas KIPI: Keamanan PCV Untuk Imunisasi Pneumonia

Komnas KIPI: Keamanan PCV Untuk Imunisasi Pneumonia

seluruh vaksin PCV, termasuk Pulmeera, memiliki profil keamanan yang relatif sama karena dikembangkan dan diuji melalui proses ilmiah yang ketat sebelum digunakan secara luas

0
Komnas KIPI

Ia juga mengingatkan pentingnya observasi selama 15–30 menit pascaimunisasi guna mendeteksi reaksi cepat seperti anafilaksis, serta pencatatan nomor batch vaksin untuk mendukung proses investigasi apabila diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Imunisasi Tambahan Kemenkes, Endang Budi Hastuti menegaskan urgensi imunisasi PCV sebagai upaya pencegahan pneumonia. Indonesia masih termasuk dalam 10 negara dengan jumlah kematian balita tertinggi akibat pneumonia, dengan sekitar 14 persen kematian balita disebabkan oleh penyakit ini.

Data menunjukkan bahwa setiap jam terdapat 2–3 balita meninggal dunia akibat pneumonia, dengan beban pembiayaan perawatan yang mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya. Pneumonia paling banyak menyerang bayi usia di bawah 12 bulan, sehingga perlindungan melalui imunisasi sejak dini menjadi sangat krusial.

Vaksin Pulmera telah memperoleh izin edar dari Badan POM dan digunakan sebagai bagian dari pengadaan vaksin PCV nasional. Penggunaan Pulmera juga telah melalui kajian dan mendapatkan rekomendasi dari Komite Imunisasi Nasional (KIN). “Pulmeera dapat digunakan sesuai jadwal imunisasi PCV yang berlaku dan dapat saling melengkapi dengan merek PCV lain, seperti Prevenar,” jelasnya.

Pulmeera merupakan vaksin PCV13 yang diberikan sebanyak tiga dosis, yakni pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan dosis lanjutan pada usia 12 bulan. Apabila terjadi keterlambatan, imunisasi kejar tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan usia anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here