CARAPANDANG - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 15 orang.
"Berdasarkan laporan terbaru yang kami terima dari Tim Gabungan di lokasi kejadian hingga pukul 13.00 WIB siang ini, satu korban lagi dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Dengan demikian total korban jiwa menjadi 15 orang," ujar AHY dalam konferensi pers di Posko Darurat Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
AHY menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk terus memastikan proses identifikasi dan penanganan korban berjalan cepat dan humanis.
"Pemerintah akan menanggung seluruh biaya perawatan korban luka-luka dan santunan penuh bagi ahli waris korban meninggal dunia. Jangan ada satu pun korban yang terabaikan," tegas AHY.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru dari rumah sakit rujukan, jumlah korban luka-luka tercatat sebanyak 83 orang. Delapan belas di antaranya masih dalam perawatan intensif, sementara sisanya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Kecelakaan maut yang terjadi Senin (27/4/2026) malam itu melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek.