"Saya rasa ke presiden yang sampai bukan tidak serta merta dari temuan saya di lapangan, tetapi dari banyak sumber lah. Saya yakin," ungkapnya.
Dudung menilai langkah pencopotan Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Lodewyk Pusung serta Sony Sanjaya, merupakan langkah tepat untuk memperbaiki tata kelola BGN ke depan agar lebih transparan dan akuntabel.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden Prabowo melakukan pergantian pimpinan BGN berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi selama 1,5 tahun.
Catatan yang menjadi pertimbangan mencakup masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP hingga tata kelola organisasi.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala BGN.