CARAPANDANG - Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno Rodriguez pada Sabtu (28/3) mengecam Amerika Serikat (AS) karena "secara terang-terangan berbohong" tentang blokade bahan bakar terhadap pulau tersebut.
Dalam unggahan di platform media sosial X, Rodriguez mengatakan klaim AS bertentangan dengan perintah eksekutif dan regulasinya sendiri, dengan merujuk pada perintah eksekutif 29 Januari serta langkah-langkah lanjutan AS sebagai bukti "blokade brutal" terhadap pasokan bahan bakar ke Kuba.
Dia mengatakan langkah-langkah tersebut mencakup ancaman sanksi terhadap negara-negara ketiga dan perusahaan asing yang memasok minyak ke Kuba, serta tindakan bermusuhan yang menargetkan kapal tanker minyak.
Rodriguez menambahkan bahwa kebijakan Washington bertujuan melemahkan perekonomian Kuba, menghambat pembangunannya, memutus sumber-sumber pendapatannya, serta membatasi akses negara itu terhadap pasar dan teknologi.
Kuba telah menghadapi krisis ekonomi dan energi yang parah akibat sanksi AS selama puluhan tahun. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kekurangan bahan bakar mendorong negara tersebut ke dalam krisis kemanusiaan.