CARAPANDANG - Tim Pharmacount Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan Rice Protection with Natural Volatile Aroma (Riceva), sebuah paper strip yang memanfaatkan minyak atsiri serai dan ekstrak pandan wangi sebagai senyawa volatil alami untuk membantu melindungi dari kutu beras.
Ketua Tim Pharmacount Unhas, Humairah Afifah dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan keunggulan Riceva terletak pada pemanfaatan bahan alami yang aman untuk penyimpanan pangan dengan bentuk penggunaan yang sederhana dan praktis.
"Kami berharap Riceva dapat menjadi alternatif perlindungan beras yang lebih aman, praktis, dan ramah lingkungan," ujar Humairah.
Secara ilmiah, kata dia, minyak atsiri dari serai wangi dikenal mengandung senyawa seperti sitronelal, sitronelol dan geraniol yang memiliki aroma khas serta telah banyak diteliti memiliki aktivitas sebagai penolak berbagai jenis serangga.
Sementara itu, pandan wangi menghasilkan senyawa aromatik alami yang tidak hanya memberikan aroma khas, tetapi juga berpotensi memperkuat efek pengusiran hama.
Melalui formulasi dalam bentuk paper strip, kedua bahan tersebut dirancang melepaskan senyawa volatil secara bertahap, sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan penyimpanan yang kurang disukai kutu beras tanpa harus bersentuhan langsung dengan bahan pangan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap penggunaan pestisida nabati sebagai bagian dari sistem penyimpanan pangan yang lebih berkelanjutan.