Allah Subẖānahu wa Taʿālā Berfirman dalam surah al-Kahfi tentang kisah seorang raja muslim dan panglima besar, Dzul Qarnain —Semoga Allah Merahmatinya—. “Hingga ketika dia (Dzul Qarnain) telah sampai di tengah dua buah bukit, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir-hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, ‘Wahai Dzul Qarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj adalah orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan bayaran kepadamu agar kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’
Dzul Qarnain berkata, ‘Apa yang diberikan oleh Tuhanku kepadaku untuk hal itu lebih baik, maka bantulah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku bisa membuatkan dinding antara kalian dengan mereka, berilah aku potongan-potongan besi,’ hingga ketika besi-besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) bukit itu, Dzul Qarnain berkata, ‘Tiuplah (api itu).’ Sehingga, ketika besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia lantas berkata, ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka dari itulah mereka tidak bisa mendakinya dan tidak bisa (pula) melubanginya. Dzul Qarnain berkata, ‘Ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan Menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu pasti benar.'” (QS. Al-Kahfi: 93-98).